Selain itu, ketiga nutrisi tersebut memberi manfaat untuk mengendalikan kadar gula darah, karena serat memperlambat kecepatan tubuh memecah karbohidrat (glukosa) untuk dilepaskan ke dalam aliran darah.

Meskipun kadar gula dalam buah ini termasuk tinggi (2 gram per 100 gram), buah ini bukanlah makanan dengan indeks glikemik tinggi. Itulah mengapa jika Anda makan buah ini secara utuh, tidak akan menyebabkan gula darah Anda melonjak secara dramatis.

Sebaliknya, makan buah ini dalam jumlah sewajarnya telah terbukti berhubungan dengan kontrol gula darah yang lebih baik pada penderita diabetes.

3. Melindungi dari risiko penyakit jantung

Antioksidan bermanfaat bagi kesehatan jantung karena membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Salah satu penelitian Food Science And Human Wellness, menyebutkan bahwa jagung penting dalam melindungi sekaligus menurunkan faktor risiko penyakit jantung.

Baca Juga  Jenis Gerakan Senam Untuk Ibu Hamil, Gampang dan Aman

Penyakit jantung dan hipertensi (tekanan darah tinggi) berkaitan satu sama lain. Ini karena hipertensi merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung. Tekanan darah tinggi bisa memperberat kinerja jantung sehingga dalam jangka panjang bisa menimbulkan masalah pada jantung.

Jadi, dengan mengonsumsi jagung dan jenis sayur lainnya, Anda bisa mendapatkan khasiat perlindungan pada jantung dari berbagai macam gangguan.

4. Menurunkan risiko kanker

Bagi Anda penggemar berat jagung, pasti paham benar sensasi perut kenyang yang super memuaskan padahal hanya dengan memakan satu bonggolnya. Manfaat jagung yang membuat perut kenyang lebih lama ini berkat kandungan seratnya, yang bisa mencapai sekitar 2 gram per gram-nya.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa serat adalah salah satu nutrisi kunci untuk memelihara sistem pencernaan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa jagung dapat mendukung pertumbuhan bakteri ramah dalam usus besar dan bakteri mengubahnya menjadi asam lemak rantai pendek, atau SCFA.

Baca Juga  Hadapi Cuaca Panas Dengan 5 Cara Ini Agar Tak Dehidrasi

SCFA dapat membantu menurunkan risiko Anda terhadap banyak gangguan pencernaan, termasuk risiko kanker usus. Manfaat jagung untuk sistem pencernaan juga mungkin datang dari sifat alaminya yang bebas gluten.

Konsumsi gluten terkait dengan beragam gejala negatif, termasuk perut kembung, kram, diare, sembelit, hingga kelelahan dan masalah kulit.

Bahkan, efek ini tidak hanya terbatas muncul pada mereka yang punya penyakit Celiac atau alergi gluten saja. Ini membuat jagung atau tepung jagung sebagai alternatif yang baik untuk gandum atau makanan yang mengandung gluten lainnya.(***)