Seperti kebakaran hutan cakupannya bisadi lihat dari titik hotspot yang dikirimkan oleh BMKG. Rata-rata laporan sekitar 70 persen kebakaran di lahan kosong dan sisa 30 persennya itu titik2 panas dari api tersebut.

“Masyarakat Babel cenderung membakar lahan itu dimusim kemarau dan memang sudah menjadi budaya sejak dulu meski lahan itu hanya akan menjadi kelekak,” ujarnya.

Oleh karena itu Mikron berharap masyarakat tidak melakukan pembakaran hutan koka tidak diperlukan dan jika ingin membakar harus dikendalikan agar api pembakaran tidak melebar dan menyebar luas.

“Kita selalu ingatkan masyarakat jika membakar itu dikendalikan sehingga tidak melebar dan meluas, dan jika tidak perlu jangan membakar,” tegasnya.

Baca Juga  Ramadhan dalam Gelap