Menurutnya, saat ini sudah banyak masyarakat dan peneliti yang datang ke Sekretariat The Tanggokers di Jalan Fatmawati Perumahan Legavista 4 Blok I No 8. Para pengunjung yang datang biasanya untuk melihat dan mengenal ikan endemik sekaligu mendapatkan edukasi dari mereka.

Bahkan mereka juga akan melakukan penelitian bersama Universitas Airlangga dan Leeds University England tentang keanekaragaman iktiofauna Babel mulai dari ikan hingga satwa yang hidup di perairan.

“Yayasan kita juga fokus pada edukasi, penelitian, pengembangan dan konservasi keanekaragaman iktiofauna di perairan Bangka Belitung. Karena ada beberapa ikan endemik Babel yang statusnya mulai terancam punah dan kritis,” jelasnya.

Pihaknya juga mengapresiasi CSR PT Timah Tbk yang telah mendukung upaya mereka untuk melestarikan ikan endemik Bangka Belitung sehingga bisa terus terjaga.

Baca Juga  Berkah Ramadan, Affan Senang Terima Santunan dari PT Timah

“Terima kasih PT Timah Tbk sudah support dan ini sudah baik. Kami berharap ini dapat terus berlanjut. Tidak hanya untuk bantuan sarana dan prasarana saja, tapi kami juga berharap bisa dilibatkan dalam program konservasi dan reklamasi PT Timah Tbk,” ucapnya.

Ia menambahkan, Pulau Bangka memiliki tujuh jenis ikan endemik seperti ikan cupang alam tempalak merah, tempalak bedu, tempalak pungor, tempalak igik labu, kelik sulong dan ikan bilis air tawar kecil.

“Saat ini kita sedang berupaya untuk melakukan perbanyakan di hatchery dengan tujuan untuk restocking ke alam dan menyimpan spesimen hidupnya agar ini tidak punah,” katanya.(**/Adv)