“Posisi bendungan ini kan diluar area sawah, nah masalahnya bendungan sudah jebol ketika dibuka tutup airnya tidak mengalir ke sawah. Kemudian siring juga udah macet, jadi kita kepengen diperbaiki lah. Disini Gapoktan Kelumbi pak, kalau luas area persawahannya kurang lebih 50 hektare,” kata Dahlan.

Menanggapi aspirasi dari masyarakat Desa Buyan Kelumbi, Bupati Sukirman mengatakan ia bakal mengerahkan instansi terkait untuk menindaklanjuti sejumlah persoalan yang disampaikan oleh masyarakat dalam kegiatan bina pamong.

“Inilah pentingnya bina pamong ini kita bisa berkomunikasi dengan baik dan langsung dengan masyarakat. Disini kita mendengar aspirasi masyarakat, contoh tadi soal akses jalan desa. Setidaknya nanti itu ditebas dulu, sebelumnya sudah ada jalan setapak tinggal perlu sentuhan dari dinas PUPR,” ujar Sukirman.

Baca Juga  2 Pekerja Tambang dan 1 Operator Alat Berat Tewas Tertimbun Longsor di TK 2367 Tempilang

“Kemudian untuk bendungan kita lihat dulu apakah itu primer atau sekunder. Kita lihat juga apakah itu Pemerintah pusat, provinsi atau mana yang akan menanggulangi. Terakhir untuk kerusakan di Poskesdes, bisa kita siasati lah melalui perusahaan daerah kita minta bantuan ke mereka karena menunggu anggaran kita lama,” ucapnya. (Dev)