Ini dikarenakan pihak keluarga merasa panik setelah keduanya tidak kunjung tiba setelah berangkat dari Kepri pada Selasa (1/8/2023) kemarin.

“Pihak keluarga panik karena tidak ada kabar selama 3 hari, korban diperkirakan sudah sampai pada Kamis lalu, tak kunjung pulang. Rupanya mesin kapalnya rusak baru ada kabar dari korban,” tambah dia.

Dirinya bersama masyarakat juga sudah mendatangi kediaman Bujang untuk menenangkan istrinya.

Masyarakat juga memperkirakan kalau tidak ada kerusakan atau cuaca kurang mendukung dipastikan mereka sampai tepat waktu.

“Kami juga sempat ke kediamannya menenangkan istrinya. Kalau tidak rusak mesin mereka ini mengikuti arah angin karena saat ini angin Tenggara otomatis melawan arus kalau mau balik ke Bangka,” bebernya.

Baca Juga  Cabor Tenis Lapangan Porprov VI Babel Tidak Digelar di Bangka Barat, Ini Alasannya