“Alhamdullilah, usaha ini sudah delapan tahun saya jalani. Selama delapan tahun ini banyaklah lika – likunya, yang paling kerap terjadi itu harga bahan baku yang sering naik turun, belum lagi kalau barangnya lagi kosong. Itu harganya bisa melambung tinggi,” katanya.

Ia bahkan sudah sudah bisa memiliki karyawan untuk membantunya dalam mengerjakan pesenan konsumen.

“Sedangkan untuk orderan juga seperti musim-musiman, kalau harga timah lagi bagus banyak yang datang ke bengkel. Karena mayoritas pelanggan saya ini adalah pekerja tambang. Tapi kalau harga timah lagi murah otomatis usaha kami juga ikut sepi,” katanya.

Menurut Joko, dengan menjadi mitra binaan PT Timah Tbk juga bisa membantu mengembangkan usahanya. Banyak manfaat yang dirasakannya.

Baca Juga  PT Timah Latih Pemdes Air Putih Siap Hadapi Bencana

“Alhamdullilah, semenjak jadi mitra binaan PT Timah, saya benar – benar merasa terbantu. Kami dikasih motivasi dan diberi pembinaan untuk dapat mengelola usaha kami,” katanya.

Berkat pinjaman modal dari Program Pendanaan Usaha Mikro Kecil (PUMK) PT Timah Tbk dirinya selain bisa mengembangkan usaha bengkel las juga bisa menambah usaha baru yakni perkebunan sawit dan jual beli bibit sawit.

“Pokoknya luar biasalah PT Timah, berkat pinjaman dari PT Timah juga akhirnya saya bisa mengembangkan usaha saya dan menambah usaha baru yakni ke perkebunan sawit serta penjualan bibit sawit,” tandasnya. (**/adv)