Hanya saja, korban tetap tidak di temukan.

“Kemarin Sabtu, 5 Agustus 2023 pukul 15.51 WIB. Bapak Rizal selaku pengurus kapal melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang,” jelas I Made.

Menurutnya, usai menerima informasi tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang membuka Operasi SAR Gabungan dan memberangkatkan 2 Tim Rescue menuju lokasi diketahui terakhir (Last Known Position) dan melakukan pencarian pada koordinat 2°36.00’LS 107°05.00’BT.

“Upaya pencarian akan menggunakan metode penyisiran di atas permukaan air dengan menggunakan Alut KN SAR Karna dan Rubber Boat,” jelasnya.

Ia menambahkan, pencarian  akan dilakukan selama 7 hari sesuai SOP dari Basarnas.  Namun operasi bisa dihentikan apabila korban cepat ditemukan.

Baca Juga  Batianus Minta PPPK Tak Dirumahkan meski Ada Batas Belanja Pegawai

“Apabila korban tidak ditemukan dalam kurun 7 hari maka dilanjutkan pemantauan dan apabila ada tanda – tanda korban Operasi SAR dapat dibuka Kembali,” tutupnya.