Bagi masyarakat Tionghoa Bangka, perayaan Peh Cun disebut dengan Ng Ngiat Ciat.

Sejarah perayaan Peh Cun seperti yang dituturkan oleh Halim Susanto,Tokoh masyarakat Tionghoa dalam Kisah, Kultur, dan Tradisi Tionghoa Bangka yang ditulis oleh Riak Theo dan Fennie Lie.

“Menurut cerita, dulu kegiatan itu dilakukan untuk menghalangi ikan-ikan yang ingin memakan jasad Qu Yuan yang mereka anggap sebagai seorang patriot, seorang menteri kerajaan yang sedih karena negerinya hancur dan digerogoti pejabat yang korup. Kemudian Qu Yuan menceburkan dirinya ke sungai Miluo karena kecewa tidak dapat menyelamatkan negerinya”[2].

[1] Wahar Saxsono dan Gustari, Pencatatan Warisan Budaya Tak Benda Di Kabupaten Bangka dalam Kapita Selekta Budaya Bangka, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka, 2016, hal. 291-292.

Baca Juga  Pemilih Pemuda di Bangka Belitung Diimbau Segera Rekam E-KTP

[2] Rika Theo dan Fennie Lie, Kisah, Kultur dan Tradisi Tionghoa Bangka, PT. Kompas Media Nusantara, 2014 hal. 116

Penulis tinggal di Bangka Tengah