“Para pelaku UMKM potensial yang mengikuti pelatihan UMKM Weeks ini memiliki beragam produk usaha nontimah yakni produk kerajinan tangan dan kuliner yang berpotensi memasuki pasar ekspor. Mereka juga akan belajar packagingnya (kemasan-red) sehingga nanti saat bisnis matchingnya jalan kita sudah siap,” terang Munif.

Ia menambahkan hingga saat ini ada 5 pelaku UMKM yang produknya sudah ekspor ke berbagai negara. Produk tersebut jenis kuliner dan kerajinan tangan yakni getas, lada putih, daun ketapang, lidi nipah dan kerajinan serta lada.

Dia mengatakan daun ketapang jika sebelumnya ekspor ke Amerika, Jepang dan tahun ini rencananya ke Jerman. Untuk lidi nipah ke Nepal India dan Pakistan, lada putih ke Kanada, kerajinan lidi nipah ke Singapura sama dengan getas yang ke Singapura rutin per 2 bulan atau 3 bulan sekali.

Baca Juga  Satresnarkoba Polresta Pangkalpinang Amankan Dua Pemain Narkoba, Sabu 14,48 Gram Disita

“Saat ini produk UMKM yang kita ekspor lebih dominan ke kuliner, ke depan kita mendorong hilirisasi dari produk timah. Kelanjutan dari pelatihan ini akan ada bisnis manching dan inisiasi dari Pemprov untuk kerjasama di kedutaan,” ujarnya.(**/Elza)