“Ini yang paling menguntungkan karena dividennya tahun 2023 ini kita dapat kurang lebih 6,8 miliar dari total penyertaan modal 30 miliar. Penyertaan modal kita ke Bank Sumsel Babel terakhir 2019. Kalau 2020, 2021 dan 2022 itu tidak ada,” katanya.

Dia menyebutkan, kenapa tidak ada penyertaan modal di tahun 2020 hingga 2022, karena anggaran di tahun itu di refocusing untuk penanganan Covid-19.

“Rencananya 2023 ini kita mau penyertaan modal lagi, cuma perdanya masih diproses di DPRD dan baru kami ajukan. Mudah-mudahan tahun ini bisa terealisasi,” ungkapnya. (**/Dev)

Baca Juga  Kemenkumham Babel Gelar Penyuluhan Hukum Serentak, Kades dan Lurah di Babar Diminta Jaga Netralitas