Dia menambahkan, selain gangguan kesehatan seperti pernafasan, akibat debu tersebut teras rumah warga yang berada di sepanjang pelaksanaan proyek lebih cepat kotor. Hal ini diakibatkan banyaknya kendaraan yang lalu lalang mulai dari pagi hingga malam hari.

“Harapan kami bisa dibantu dengan penyiraman yang rutin paling tidak sehari tiga kali dan untuk dinas terkait juga bisa membagikan masker kepada warga. Jangan sampai pembangunan yang niatnya baik ini menimbulkan dampak yang kurang baik bagi warga,”katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bangka Barat, Novianto melalui Kabid Bina Marga, Heriyandi meminta masyarakat untuk bersabar terlebih dahulu karena proyek pelebaran jalan Kelapa-Desa Pusuk tersebut saat ini dalam proses pengerjaan.

Baca Juga  Desa Airlimau Ditetapkan Jadi Kampung Moderasi Beragama

“Untuk proyek itu jadi hari ini jadwalnya uji test sand cone, melihat kandungan air dari agregat yang ditambahkan untuk pelebaran itu. Kalau data-data sudah masuk dalam spesifikasi, maka saya perintahkan untuk segera diaspal ruas jalan itu,” kata Heriyandi, Rabu (9/8/2023).

Saat ini, menurut dia, proyek itu sudah tidak bisa lagi dilakukan penyiraman untuk mengurangi debu yang bertebaran. Ini dikarenakan proyek itu sudah masuk tahap sand cone tadi sehingga ketika dilakukan penyiraman campuran agregat tidak akan menjadi padat.

“Kalau sebelumnya itu rutin kita siram. Kalau sudah memasuki tahapan sand cone dan menjelang pengaspalan, SOP-nya tidak boleh lagi disiram. Jadi kami harap masyarakat untuk bersabar karena ini sedang proses, kalau semuanya sudah siap, segera diaspal,” ujarnya.

Baca Juga  Arus Mudik Lebaran Idul Fitri 2023, Dishub Babel Fokus Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Tanjung Kalian

“Kami sudah perintahkan kontraktor pelaksana untuk segera melakukan pengaspalan. Khususnya di ruas jalan yang sudah tidak ada lagi pekerjaan struktur seperti pembangunan siring dan sebagainya,” tambah dia. (**/Dev)