“Untuk jumlah mustahik yang dapat bantuan jaminan hidup hari ini sekitar 68 orang dan memang mereka yang menerima keluarga kurang mampu. Sisanya 12 orang yang kita bantu ada yang untuk biaya pendidikan, berobat dan pelaku UKM untuk modal,” ujarnya.

Jika penerima bantuan jaminan hidup itu sebesar Rp200 ribu per bulan, lain halnya untuk mereka yang mendapat bantuan berobat. Mereka yang mendapatkan bantuan berobat tidak ada besaran yang pasti namun sesuai kebutuhan pada penerima.

“Misalnya ada yang ajukan berobat ke Palembang, paling kita bantu 4 juta yang terlepas dari BPJS, seperti transportasi, penginapan dan lainnya. Begitu juga biaya pendidikan sesuai permintaan. Misal mereka sekolah sudah tamat tapi tidak bisa menebus ijazahnya,” bebernya.

Baca Juga  Gandeng Berbagai Unsur, Kapolres Sidak Sembako di Pasar dan Agen Jelang Ramadan