Ia mengatakan pemanfaatan teknologi juga mendorong sektor lain untuk berkembang, diantaranya pariwisata. Sektor pariwisata yang terkait langsung dengan usaha mikro diharapkan menjadi penyumbang devisa sekaligus tulang punggung perekonomian nasional, termasuk bagi Kepulauan Babel.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekonomi sektor pariwisata yang tercermin dari penyediaan akomodasi dan makan minum pada triwulan I-2023 tercatat sebesar Rp 701 miliar atau hanya memberikan kontribusi sebesar 3,07 persen terhadap perekonomian Provinsi Kepulauan Babel.

Hal tersebut membuat Pj Gubernur Suganda menginginkan promosi masif daerah wisata potensial yang salah satunya melalui pemanfaatan teknologi dan kemudahan transaksi agar memberikan dampak yang lebih besar terhadap perekonomian daerah.

Baca Juga  Seorang Oknum Sekuriti Wasprod PT Timah Mentok Diringkus Polisi, Ternyata Ini yang Dilakukannya

“QRIS ini menjadi salah satu yang akan mendorong terwujudnya smart city , mudah-mudahan apa yang sudah digagas oleh Bank Indonesia akan mendorong semua sektor yang ada termasuk sektor pariwisata dan sektor ekonomi lainnya yang ada di Bangka Belitung.

Memang masih banyak hambatan, termasuk bagaimana kita mengatasi blank spot, namun perlu terus kita upayakan bagaimanapun juga, untuk mewujudkan Bangka Belitung ini menjadi provinsi yang luar biasa dan modern.

“Pekan QRIS Nasional yang diikuti berbagai kegiatan tersebut dapat mendorong terwujudnya smart city di Babel,” harapnya.*