Saat itu, Enda maju lebih dulu sembari mengeluarkan sebilah parang dan mengayunkannya ke arah AS yang mengakibatkan AS terperosok ke dalam selokan.

Melihat kejadian itu, AG mengayunkan sebuah kayu balok panjang ke arah Enda hingga membuat Enda tersungkur.

AS pun bangkit dari selokan dan membalas serangan Enda dengan menggunakan senjata tajam yang sudah dibawanya sejak awal.

Akibat dari kejadian itu, Enda terkena sabetan parang di kepala, dagu, telinga dan meninggal dunia.

Sedangkan AS harus dilarikan ke rumah sakit akibat terkena sabetan parang dan untuk saat ini masih dilakukan perawatan intensif.

“Untuk sementara kejadian tersebut sudah ditangani oleh Polsek Sungai Selan dan di backup oleh Sat Reskrim Polres Bangka Tengah dan Polsek juga sudah meminta keterangan beberapa orang saksi yang ada di tempat kejadian perkara malam itu,” ungkapnya.

Baca Juga  Koperasi Koneli Sungaiselan Selewengkan BBM Subsidi untuk Nelayan, 1,7 Ton Solar Diamankan

Edman berujar, untuk terduga pelaku lainnya masih dalam upaya pengejaran dan pihaknya juga berupaya semaksimal mungkin untuk menggali motif dari pada kejadian tersebut.

“Beberapa barang bukti sudah diamankan oleh penyidik namun nantinya tentu penyidik juga saat ini masih mengejar para terduga pelaku lainnya serta memeriksa para saksi untuk mengungkap motif kejadian sebenarnya,” tutupnya.