“Sekarang sudah tidak bisa tarik nafas dan harus terus fight. ketika atlet banyak tarik nafas akan kena hukuman dan untuk aturan sekarang gampang mengumpulkan nilai tapi gampang juga kehilangan nilai, tergantung berat tidaknya pelanggaran,” katanya.

“Semakin berat pelanggaran semakin banyak dikurangi nilainya termasuk juga kalau ada sikap dari pelatih yang melanggar kode etik di gelanggang ketika bertanding itu dampaknya bisa ke atlet. Atletnya nanti kena hukuman juga dan berkurang nilanya,” ujarnya.

Selain mengurangi pelanggaran, pesilat mulai dari sekarang diminta harus lebih memperkaya teknik-teknik. Pasalnya, cabor pencak silat bukan lagi menjadi ajang untuk bela diri saja namun sudah lebih dikembangkan untuk tanding.

Baca Juga  Gelar Rapat Pemantapan, PB Porprov VI Babel Pastikan Jadwal dan Rute Kirab Obor

Dalam aturan terbaru, tim manajer dan pelatih serta pendukung harus lebih tertib. Karena di lapangan ada Komisi Disiplin yang memantau pertandingan dan ketika ada yang melanggar maka Komisi Disiplin akan memberikan sanksi berupa kartu.

“Pelanggar seperti manajer, pendukung dan pelatih nanti akan dilapor ke penyelenggara yaitu pengprov dan diberikan sanksi. Jadi sudah tidak bisa sekarang lempar juri atau kursi dan lain sebagainya. Yang melanggar mungkin akan dibanned selama beberapa periode,” katanya. (**/Dev)