“Karena lapangan ini juga dipakai cabor binaraga oleh karena itu pertandingan sepak takraw kita jadwalkan tanding malam. GOR juga kurang standar, ini juga menghambat. Ketinggiannya terus lapangannya harus tiga, ini cuma dua,” katanya.

“Jadi itu yang menghambat. Selain itu keterbatasan kami pada sisi wasit yang dimiliki pas-pasan. Wasit kami akan mengalami keletihan karena tim wasit tidak sesuai. Jumlah wasitnya cuma 12 dan memimpin satu pertandingan 5-5 wasit, istirahatnya hanya 2,” katanya.

Seharusnya, kata lelaki yang menjabat juga sebagai Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Sepak Takraw Indonesia (Pengprov PSTI) Babel itu, ada 10 wasit yang beristirahat setiap waktu istirahat. Hal inilah yang akan menjadi evaluasi pihaknya ke depan. (Penulis: Devi Dwi Putra/Editor: Dedy Irawan)

Baca Juga  Raih 9 Medali, Bangka Barat Juara Umum Cabor Panahan Porprov VI Babel