Menurut Beliadi, apa yang disampaikannya ini tidak bermaksud untuk menjustifikasi Bakuda yang tidak bisa bekerja, melainkan bertujuan untuk mengarahkan Bakuda ke depan agar lebih fokus menggali sumber pendapatan.

“Data yang tidak bagus janganlah dibuat bagus, kita hanya mengingatkan Bakuda karena harus ada antisipasi. Jika tidak Pemprov Babel ini bisa kolaps,” ujarnya.

Oleh karena itu pihaknya berharap Bakuda Babel bisa membuat terobosan dan inovasi untuk meningkatkan PAD dari berbagai sektor, tidak hanya dari Pajak kendaraan bermotor (PKB) saja, karena jika tidak disiapkan langkah-langkahnya dari sekarang, tahun depan kendaraan bermotor itu 40 persennya sudah milik kabupaten/kota.

“Kita harus menyiapkan inovasi baru untuk menggenjot PAD meskipun ada pajak galian lain yang nanti akan kembali menjadi kewenangan provinsi, tapi itu sangatlah kecil jumlahnya. Bakuda yang harus berinovasi menggali PAD dari segala sektor,” tutupnya.*

Baca Juga  Gelar Desiminasi Laporan Perekonomian, Bank Indonesia Optimis Banyak Potensi Terbuka untuk Ekonomi Babel