“Pengen tinggal di sini, dua kali ikut PNS gagal. Jujur 2018 saya sudah dapat  kerja BUMN di bandung. Trus saya ditawari ikut Porprov 2018 sama Pemkab Bangka. Dari Koni iming iming saya kalau saya dapat emas lagi kita bantu jadi PNS. Seneng dong ada support jadi saya resign di Bandung supaya bisa fokus kejar emas. Begitu dapat emas dan perak 3 kategori ternyata zonk,” ujarnya tersenyum lirih.

Namun dirinya memang merasa keputusan yang ia ambil saat itu terlalu gegabah.

Lantaran tawaran saat ini hanya secara lisan melalui obrolan telpon. Sehingga tidak ada jaminan untuk direalisasikan di atas kertas.

“Tapi memang tidak tertulis. Saat itu lagi di mobil ngobrol ngobrol santai. Jadi salah ya saya saat mendengar itu dan terlalu bersemangat mutusin kerja yang di Bandung. Seandainya ada hitam di atas putih mungkin bisa ditepati,” lanjut pria yang eksis dalam dunia tenis meja 14 tahun silam.

Baca Juga  Bakal Dilantik Jadi Pj Bupati Bangka, M Haris Siap Jalankan Amanah

Satrya memang tidak terlalu berharap lagi untuk jaminan pekerjaan atas ukiran prestasi yang ia raih untuk Kabupaten Bangka.

Namun apabila masih ada peluang dan jaminan kesejahteraan masa depan terealisasi dirinya tentu akan terus menunjukkan prestasi terbaiknya sebagai atlet.

“Berharap, janji itu tidak terlalu diharapkan lagi. Tapi kalau memang ada pihak yang mensupport dan membantu kita ambil,” jawabnya.

Coach Tenis Meja, Budi berharap pemerintah memberikan peluang pekerjaan bagi para atlet yang sudah mengukir prestasi dan mengharumkan nama Kabupaten Bangka. Menuru Budi, para atlet ini sudah mengorbankan akademik, waktu dan keluarga untuk berlatih.

Dan dirinya berharap di tempat latihan para atlet ini ada jenjang pekerjaan misalnya disalurkan di sebuah perusahaan atau kantor kantor di pemerintahan.

Baca Juga  Tok! MK Tolak Gugatan Pilkada Ulang Bangka, Fery Insani-Syahbudin Peraih Suara Terbanyak

“Sebenarnya atlet ini mereka sudah mengorbankan akademik dan waktu keluarga untuk latihan. Di tempat latihan kami berharap sih ada jenjang berikutnya kalau bisa disalurkan di dinas dinas terkait di BUMD akan lebih baik. Karena saat ada atlet berprestasi dan dikaryakan dia makmur untuk finansial pasti dia akan berfikir apa sih yang saya bisa,” jelasnya.

“Kalau dia tidak bisa jadi atlet lagi, dia akan mensupport adik adik ya biar bisa maju. Saat punya prestasi harapan mereka, harapan orang tua keluarga mereka dapat sejahtera, bisa hidup. Karena seorang atlet sudah berhenti dia jadi pelatih bisa mencetak 1-10 atlet untuk 1 pelatih,” tutupnya. (East)

Baca Juga  Kontingen Babar Gelar Parade Sambut Porprov VI Bangka Belitung