Sebetulnya, kata Lapril, pertandingan melawan Belitung kesebelasannya tak menerapkan strategi bermain bertahan. Hanya sepertinya anak anak mengalami ketegangan yang luar biasa sehingga tidak mampu menciptakan satu gol pun selama dua babak.

“Karena untuk anak-anak yang usia 20 tahun ke bawah masih labil secara mental mengatasi situasi begini karena satu kali kecolongan selesai lah kita.
Mungkin ini yang membuat mereka jadi panik sehingga mereka agak sedikit takut main ke atas,” ujar Lapril AS.

Lebih lanjut, kata dia, ditambah lagi gaya permainan ortodoks dari Belitung yang main langsung ke jantung pertahanan. Ini menyebabkan permain bertahan Babar harus ektra mengantisipasi bola bola dari Belitung.

Baca Juga  Tim Beregu Putri Sumbangkan Medali Pertama dari Cabor Bulu Tangkis untuk Basel

“Kami masih menunggu permainan besok di semifinal bertemu siapa kami tidak ada pilih-pilih lawan, siapapun kami akan hadapi. Kami mohon doanya untuk masyarakat Babar agar sepak bola kita berhasil melaju ke final dan berhasil meraih emas,” pungkas dia.