Berdasarkan hasil riset Riskesdas tahun 2013, kejadian anemia pada usia 5-24 tahun mencapai 44,8 persen yang artinya 1 dari 5 remaja terkena anemia. Dan di Riskesdas tahun 2018, proporsi remaja putri usia 10-19 tahun di Bangka Belitung yang memperoleh tablet tambah darah mencapai 47,67 persen.

“Oleh karena itu aksi pemberian TTD serentak di Hari anak nasional ini digalakkan oleh Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan serta OPD lainnya untuk perbaikan kesehatan gizi dan remaja,” ujarnya.

Salah satu gerakan untuk meningkatkan konsumsi TTD bagi remaja putri di sekolah diawali dengan senam pagi bersama, sarapan bersama, konsumsi TTD bersama, pemberian edukasi dan oencatatan melalui aplikasi Ceria (cegah anemia remaja Indonesia).*

Baca Juga  Panitia Peringatan HUT ke-79 RI Babel Matangkan Persiapan Acara Hari Kemerdekaan