Tradisi Waldeinsamkeit di Jerman, Cocok Untuk Hobi ke Gunung
Walaupun begitu, mitos-mitos menyeramkan tersebut nggak menghentikan orang-orang di sana buat ngelakuin tradisi ini. Bahkan, pada social distancing dan lockdown dilakuin saaat pandemi COVID-19, orang-orang Jerman mulai sering ngelakuin tradisi ini lagi buat menenangkan diri dan menghindari stres.
Penelitian yang diterbitin sama European Forest Institute di Bonn, Jerman pun menemukan, kunjungan ke jalur hutan yang dipanati di Rhine-Westphalia Utara selama lockdown pertama dan kedua meningkat signifikan.
Saat ini, waldeinsamkeit bukan sekadar tradisi lagi, tapi udah jadi filosofi bagi orang Jepang. Mereka mengartikan waldeinsamkeit sebagai perasaan tercerahkan dan luhur yang bisa datang dari kesendirian di dalam hutan. Mereka merasa lebih tenang dan jauh dari stres saat menyendiri di dalam hutan sambil mendengarkan suara-suara alam yang nggak ditemui di perkotaan.
Nggak sekadar jadi tradisi, waldeinsamkeit ternyata punya manfaat buat kesehatan, lho. Setelah menyendiri di hutan, produksi sel darah putih bisa meningkat sampai 50 persen. Sel darah putih itu berfungsi buat menjaga kekebalan tubuh dan melawan sel kaknker, sehingga kesehatan pun makin meningkat dan jadi nggak gampang sakit.
Selain itu, menyendiri di hutan juga bisa mengurangi risiko penyakit jantung dan diabetes sampai 50 persen. Soalnya, aktivitas berjalan kaki di hutan sama kayak olahraga kardio yang bisa mencegah penyakit kardiovaskular, obesitas, dan kanker. Tubuh pun jadi lebih rileks dan otot serta tekanan darah juga lebih stabil
Selain kesehatan fisik, waldeinsamkeit juga punya manfaat buat kesehatan mental. Aktivitas yang menenangkan ini bisa mengurangi stres, depresi, dan kecemasan, Selain itu, aktivitas otak pun jadi lebih stabil, sehingga daya fokus lo jadi meningkat.(***)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.