Di hari tersebut, masyarakat Tionghoa meyakini bahwa pintu akhirat akan terbuka dan arwah-arwah akan turun ke bumi. Dalam istilah lain, sembahyang rebut juga disebut dengan ritual Chit Nyiat Pan.

Dalam ritual puncak ini, akan dilakukan perebutan sesaji pada pukul 24.00 yang juga diiringi dengan pembakaran patung. Untuk mempersiapkan prosesi puncak, sudah disiapkan berbagai barang seperti sembako, sayur-mayur hasil bumi untuk diperebutkan.

Mereka yang berhasil mendapatkan barang-barang tersebut, dipercaya akan mendapatkan nasib baik, sebaliknya mereka yang tidak mendapat apapun akan bernasib kurang beruntung.

Baca Juga  PU Babar Kebut Pengerjaan Gedung Sport Hall dan Tribun Stadion Porprov VI Babel