Ia mengatakan, operasi SAR Gabungan pada saat ini telah dibuka untuk melakukan pencarian terhadap korban. Melibatkan sejumlah personel mulai dari Tim Rescue Pos SAR Mentok, Satpolair Polres Babar, Ditpolair Polda Babel dan Fourtynine Diving Club (Fndc).

Serta masyarakat Desa Bakit. Sufani menuturkan, insiden yang terjadi pada Rabu (30/8/2023) sekira pukul 15.30 WIB tersebut bermula saat korban Muhammad Teguh sedang melakukan perbaikan mesin tambang jenis rajuk di bagian belakang ponton.

Namun tiba-tiba terjadi gelombang besar sehingga korban terpeleset dan terjatuh ke air. Sebelum dinyatakan terjatuh dan hilang korban saat bekerja dengan ciri-ciri mengenakan setelan celana dan baju warna hitam.

“Di hari kedua terus dilakukan upaya pencarian terhadap korban dengan metode paralel search pattern. Pencarian kami melakukan penyisiran dengan rubber boat, informasi yang kami terima korban terakhir menggunakan baju dan celana hitam,” tuturnya.

Baca Juga  Nelayan yang Hilang di Sungailiat Ditemukan Meninggal Dunia di Tanjung Berikat