Lebih lanjut, Ansori menyebutkan bahwa tadi malam sejumlah awak kapal tidak dikenal itu sudah diamankan oleh pihak kepolisian.

Kapal tersebut pun kini telah menghentikan operasinya mengambil besi bangkai kapal bekas jaman belanda itu.

“Tapi kapalnya (kapal tidak dikenal-red) masih di sana, cuma masih terus diawasi oleh Polairud dan ada beberapa juga ABK yang diamankan polisi. Kami para nelayan juga terus memantau,” terangnya.

Terpisah, Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman mengaku bahwa dirinya mendapatkan kabar tersebut tadi malam dari Kades Tanjung Pura dan Camat Sungaiselan.

“Saya enggak tau itu apa permasalahannya, baru tau tadi malam. Saya juga enggak tau itu kapal asing dari mana, karena ada yang menuduh saya yang mengizinkannya (ngambil besi bangkai kapal-red),” ungkap Algafry.

Baca Juga  Di Tangan Dingin Yasir, Dunia Olahraga Bateng Catat Sejarah Baru

Oleh karenanya, setelah mendapat laporan tersebut, dirinya pun langsung memberi tahu pihak kepolisian untuk segera menindak lanjuti hal itu.

“Semalam saya langsung melaporkan ke kapolres untuk menindak lanjuti hal itu,” terangnya.

Kapolres Bangka Tengah, AKBP Dwi Budi Murtiono menyebutkan bahwa setelah mendapatkan informasi tersebut, dirinya langsung melakukan kroscek ke Kapolsek Sungaiselan, Kabag Ops dan Kasat Polairud.

“Ternyata mereka juga mendapatkan informasi yang sama dan melakukan pengecekan secara bersama-sama dengan tim gabungan dari Ditpol Airud Polda Babel dan beberapa masyarakat,” ungkap Budi.

Kemudian, dari hasil pengecekan tersebut, diamankan sejumlah awak kapal oleh Ditpolairud Polda Babel untuk diperiksa apakah secara administrasi surat-surat yang ada lengkap atau tidak.

Baca Juga  Ribuan Warga Desa Nibung Antusias Meriahkan Jalan Sehat HUT ke-79 RI

Kata Budi, ada dua orang dari kapal tersebut yang diamankan oleh Ditpol Airud Polda Babel yakni satu kapten dan satu ABK.

“Cuma untuk lebih pastinya bisa ditanyakan ke Ditpol Airud Polda Babel karena sementara ini kami juga masih menunggu perkembangannya,” tutupnya.