Sementara, Bupati Babar Sukirman mengatakan dengan adanya tradisi yang dilaksanakan oleh umat Konghucu ini justru memperkuat toleransi antar sesama masyarakat di Kecamatan Mentok khususnya.

“Artinya sesama kita masyarakat saling menghargai, di tengah perbedaan kita tetap memegang teguh rasa toleransi. Contohnya apa ini kan Klenteng berdampingan dengan Masjid, nah kita sudah terbiasa berhubungan baik,” ujar dia.

Paulita menyebut, baik umat Islam dan Konghucu saling datang menghadiri acara keagamaan. Sementara Bupati Babar Sukirman turut mendoakan masyarakat senantiasa diberikan kesehatan dan kelancaran dalam segala aktivitasnya.

“Tadi kita dapat usulan ada dari pengurus ada alat barongsai rusak, terus alat musik di tempat ibadah Tanjung Ular juga rusak. Kita harus saling tolong menolong, itu bentuk kehadiran pemerintah, dan yang terpenting masyarakat diberikan kesehatan,” tuturnya.

Baca Juga  Lomba Karnaval PHBN di Bangka Barat Berlangsung Meriah