Cara Mengatur Napas saat Lari yang Tepat Agar Tak Cepat Lelah
Hindari area dengan lalu lintas yang padat dan minim penghijauan agar terbebas dari polusi udara dan terik matahari yang mudah membuat tubuh terkena dehidrasi, penyakit saluran pernapasan, dan lelah.
Cara agar Napas Kuat saat Lari untuk Pengidap Asma
Lari bisa menjadi aktivitas yang tepat untuk mengurangi gejala asma. Pengidap asma pun disarankan untuk berlari sepanjang 1,5 km per hari.
Agar aktivitas olahraga ini berjalan tanpa terjadi gangguan kondisi tubuh, berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:
1. Pilih Cuaca yang Mendukung
Tipe cuaca tertentu dapat memicu kondisi asma, seperti suhu udara yang dingin dengan tingkat kelembapan tinggi, perubahan cuaca yang ekstrem, dan suhu udara yang panas.
Maka dari itu, ada baiknya apabila penderita asma berlari saat cuaca cerah dengan udara yang sejuk.
2. Lakukan Pemanasan
Pengidap asma perlu melakukan pemanasan terlebih dahulu agar paru-paru terbiasa dengan intensitas atau irama pernapasan saat lari.
Lalu, kurangi kecepatan berlari di akhir waktu sebelum selesai berolahraga agar paru-paru dapat menyesuaikan kembali secara bertahap.
3. Perhatikan Teknik Pernapasan
Ada beberapa cara agar napas kuat saat lari yang bisa diterapkan oleh pengidap asma yaitu:
●Pernapasan lewat hidung.
●Metode Buteyko, yaitu terapi bernapas melalui hidung tanpa menggunakan mulut sama sekali.
●Metode Papworth, yaitu terapi bernapas secara perlahan menggunakan diafragma dan hidung.
●Teknik bernapas yoga.
4. Hindari Serbuk Sari
Sebelum berlari, sebaiknya pastikan tidak ada serbuk sari yang bertebaran di luar. Pengidap asma lebih baik menggunakan masker serbuk sari agar tidak memicu kejadian asma. Setelah selesai berlari, disarankan untuk mandi dan mencuci baju olahraga sampai bersih supaya tidak ada serbuk sari yang tertinggal.(***)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.