Penyebab mimisan

Sekitar 60 persen orang akan mengalami mimisan di satu titik dalam hidupnya. Namun, menurut ulasan di National Library of Medicine, mimisan paling sering terjadi pada anak berusia antara 2 sampai 10 tahun, dan pada orang berusia 50 hingga 80 tahun.

Pada anak, mimisan dapat disebabkan karena banyak hal. Ada yang berhubungan dengan perubahan cuaca hingga kebiasaan.

Berikut beberapa penyebab mimisan, seperti dilansir berbagai sumber:

1.Kebiasaan mengupil atau mengambil kotoran di hidung dengan jari tangan
2.Menarik dan menghembuskan napas terlalu keras
3.Cedera yang disebabkan oleh jatuh atau benturan di hidung
4.Alergi
5.Infeksi di saluran pernapasan atas
6.Sinusitis
7.Efek samping penggunaan obat seperti antihistamin dan dekongestan
8.Berada di tempat yang tinggi dan kadar oksigen rendah
9.Deviated septum atau bentuk abnormal dinding pemisah kedua sisi hidung
10.Penggunaan nasal spray

Baca Juga  Kehidupan Rumah Tangga Kamis Pahing Dilimpahi Rezeki, Ramalan Weton Kamis 26 Januari 2023

Penyebab lain yang juga dapat menyebabkan mimisan dan jarang terjadi, yakni:

1.Penggunaan alkohol
2.Memiliki gangguan pendarahan, seperti hemofilia
3.Tekanan darah tinggi
4.Tumor atau polip hidung
5.Leukimia
6.Kehamilan

Pada anak kecil, pembuluh darah di dalam hidung yang belum sempurna, bisa mudah pecah dan berdarah bila ada rangsangan, seperti benturan atau demam.

“Mimisan pada anak lebih sering berasal dari pembuluh darah di bagian depan hidung. Sebagian besar mimisan pada anak tidak diketahui penyebabnya, namun paling banyak disebabkan benturan,” kata Kurniawan.

Penanganan mimisan di rumah

Saat anak terkena mimisan, Bunda tidak boleh panik ya. Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menangani anak mimisan di rumah:

Posisikan anak dengan duduk menunduk agar darah mengalir ke depan, tidak ke belakang. Sebab, bila mengalir ke belakang, darah dapat menumpuk di area jalan napas sehingga menghambat jalan napas dan menyebabkan anak mengalami kesulitan bernapas.

Baca Juga  Didominasi Garmin, 4 Rekomendasi Smart Watch Running Terbaik 2023

1.Hentikan pendarahan hidung dengan menekannya menggunakan ibu jari dan jari telunjuk selama kurang lebih 10 menit.
2.Setelah pendarahan berhenti, jangan membungkuk, mengejan, atau mengangkat benda berat. Jangan pula meniup atau menggosok hidung selama beberapa hari.
3.Jika anak masih mengalami perdarahan hidung, segera bawa anak ke rumah sakit.

Tips mencegah mimisan

Mimisan yang disebabkan karena kebiasaan atau non-medis, dapat dicegah dengan beberapa cara, yakni:

1.Gunakan humidifier bila udara di dalam rumah kering. Pastikan untuk rutin membersihkan humidifier, sehingga kuman tidak tumbuh di dalamnya.
2.Hindari kebiasaan mengupil hidung dengan jari.
3.Biasakan anak memakai pelindung saat melakukan aktivitas fisik untuk meminimalkan risiko cedera hidung.
4.Gosokkan emolien seperti petroleum jelly di dalam lubang hidung pada cotton bud atau jari.
5.Bunda dapat menggunakan tetes hidung sesuai dengan petunjuk petugas medis.
6.Jangan merokok atau hindari paparan asap rokok, khususnya di sekitar anak.

Baca Juga  8 Manfaat Cuka Apel untuk Kesehatan

Kapan harus ke dokter?

Penanganan ke dokter harus segera diberikan bila Bunda mengalami beberapa kondisi, seperti:

1.Sering mengalami mimisan.
2.Memiliki gejala anemia, seperti mudah lelah, sering pingsan, kedinginan, atau sesak napas.
3.Sedang konsumsi obat pengencer darah (seperti aspirin atau warfarin) atau memiliki kelainan pembekuan darah. Pendarahan tak kunjung berhenti.
4.Mengalami mimisan usai menjalani pengobatan.
5.Mengalami mimisan disertai munculnya memar tak biasa di sekujur tubuh.