“Jadi langsung kabur dia itu pak, kami kemudian dikejar oleh warga Simpang Ibul pakai mobil. Marah-marah orang Simpang Ibul ini tadi dan meminta pertanggungjawaban. Sopir saya bilang iya nanti saya tanggung jawab, kunci mobil dikasih lalu berangkat lagi kami,” ujarnya.

Ditambahkan dia, pada saat peristiwa itu telah terjadi dirinya telah meminta sang sopir untuk berhenti untuk melihat korban dan bertanggungjawab. Namun sang sopir tidak mau dengan alasan takut diamuk massa.

Dia juga sempat meminta sang sopir berhenti di Polsek Kelapa untuk menyerahkan diri dan memindahkan penumpang ke bus lain. Akan tetapi sopirnya tidak mau berhenti dan langsung tancap gas hingga dicegat warga tadi.

Baca Juga  Cuaca Ekstrem Mulai Melanda, BPBD Babar Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

“Pada saat itu kami sempat berdebat, sampai sopirnya bilang, lebih tahu saya dibandingkan kamu, jadi saya diam saja,” ujarnya.

Ardianto menuturkan, kondisi bus saat perjalanan menuju Pangkalpinang cukup penuh diisi para penumpang. Namun, pada saat kejadian para penumpang tidak menyadari telah terjadi kecelakaan karena dalam kondisi tertidur.

“Kemudian saat tiba di Pangkalpinang, sudah menurunkan penumpang, pulang kami ke full (tempat berhenti) bus. Sopirnya ini kemudian dijemput istrinya, berboncengan mereka entah ke mana. Kami sudah tidak tahu lagi ke mana itu pak,” terangnya. (**/Dev)