Jembatan, taman dan pelabuhan laut yang memadai. Selain timah, di masa kolonial Hindia Belanda, Kota Mentok juga menjadi tempat ekspor produk perdagangan lada putih yang terkenal di seluruh dunia dengan merek dagang Muntok White Pepper.

“Mentok telah mengalami dinamika dan pasang surutnya sebagai ibukota kekuasaan dan kota pelabuhan utama di Pulau Bangka. Pasca kemerdekaan 1945 Mentok Ibukota Distrik Babar yang semula dipimpin seorang Besturhoofd dipimpin oleh Wedana,” ujarnya.

“Kemudian Mentok menjadi Ibukota Kecamatan Mentok hingga menjadi Ibukota Babar di tahun 2003. Pasca ditetapkan menjadi Ibukota Babar, Kota Mentok kembali berkembang. Pemukiman tumbuh pesat pada daerah yang sebelumnya kosong,” ungkapnya.

“Pembangunan banyak ruas jalan baru di dalam kota dan serta pelebaran jalan utama. Pembangunan di Kota Mentok tidak hanya bersifat fisik namun juga merambah bidang kesejahteraan penduduknya,” katanya.

Baca Juga  Kapolres Bangka Barat Sidak Polsek Jebus, Tekankan Disiplin dan Prosedur Jaga Tahanan

Di samping itu, sejak adanya jaringan kota pusaka Indonesia di mana Kota Mentok menjadi salah satu anggota dari komunitas tersebut semakin membuat perkembangan Kota Mentok menjadi lebih berwarna dan maju.

“Kompilasi antara bangunan dengan gaya kolonial, pecinan cina serta melayu membuat Kota Mentok lebih dikenal, menjadi kota sejarah yang mendunia dan menjadi kebanggaan untuk kita semua. Pijakan ini penting bagi Mentok untuk melangkah bahkan melompat ke depan,” ujarnya.

Lebih lanjut, mengupayakan hal-hal yang sempat tertunda dalam kondisi serta situasi yang lebih baik lagi. Ia berharap momentum hari jadi ini dapat menjadi booster semangat kekompakan seluruh elemen masyarakat untuk pembangunan Kota Mentok ke depannya. (**/Dev)

Baca Juga  Kabar Gembira, Bulan Depan BLK Bangka Barat akan Kembali Buka Pelatihan Kerja