“Untuk itu tugas seluruh pemangku amanah dan segenap masyarakat Mentok dituntut untuk terus menjaga kebersamaan bekerja keras berikhtiar sungguh-sungguh dan merawat sikap konsisten dalam pencapaian target-target pembangunan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, sebagai Ibukota Babar, Mentok merupakan pusat pemerintahan dan perekonomian. Dan pada masa Pemerintahan Hindia Belanda Mentok sempat jadi Ibukota Keresidenan Bangka sekaligus sebagai pusat administrasi penambangan timah.

“Mentok kemudian semakin tumbuh berkembang menjadi kota bandar utama pusat perdagangan timah dan lada putih. Di mana timah dan lada putih diangkut dan dikirim ke negara Eropa melalui Pelabuhan Mentok dan pelabuhan ini pun semakin ramai,” ujar dia.

Dengan bukti peninggalan sejarah yang ada, sambung Marudur, tidaklah berlebihan jika menyebut Mentok sebagai salah satu kota sejarah yang ada di Indonesia. Kota yang berjulukan kota seribu kue ini sekarang terus berbenah diri berdandan dan bersolek agar terlihat cantik molek.

Baca Juga  Wabup Bangka Barat Buka Festival Literasi: Wujudkan Masyarakat Cerdas dan Berkarakter

“Di usia yang ke-289 ini, mari kita bersama sebagai seluruh lapisan masyarakat Mentok untuk menjaga melestarikan dan berbenah diri agar kota kebanggaan ini menjadi lebih baik lagi di masa yang akan datang,” ujar politisi PDI Perjuangan itu. (**/Dev)