“Apalagi penggemar bonsai di Babar cukup banyak. Kalau bicara modal hampir tidak makan biaya yang besar, sebab kita berburu mencari tanamannya ke hutan-hutan. Intinya modal itu tergantung niat, kesabaran untuk merawat bonsai itu sendiri,” ujar dia.

Dari segi harga, Rendi mengungkapkan bahwa memang bervariatif. Akan tetapi cukup menguntungkan dan punya nilai jual. Ke depan, pihaknya akan lebih memperbanyak koleksi tanaman bonsai yang dipamerkan untuk menggaet penggemar dari luar Babel.

“Paling banyak yang kesini untuk mencari bonsai di Mentok itu sebatas dari Pangkalpinang atau Sungailiat. Nah bagaimana kedepannya kami terus berkreasi untuk membuat bonsai yang lebih bagus lagi, biar dilirik penggemar dari luar Babel,” bebernya.

Baca Juga  Begini Tanggapan Kajari Terkait Penanganan Perkara di Bangka Barat