Oleh karena itu dirinya mengajak para tenaga pendidik untuk menerapkan pembelajaran yang difokuskan dalam membangun kemampuan fondasi anak, seperti mengenal nilai agama dan budi pekerti, keterampilan sosial dan bahasa untuk berinteraksi, kematangan emosi untuk berkegiatan di lingkungan, kematangan kognitif untuk melakukan kegiatan belajar, serta pengembangan keterampilan motorik dan perawatan diri untuk berpartisipasi di lingkungan belajar secara mandiri.

Itu semua dikatakannya bisa berhasil jika didukung keterlibatan semua pihak, dari sisi pemerintah sudah menerbitkan kurikulum merdeka yang telah disusun selaras dengan pendidikan PAUD, selanjutnya satuan pendidikan perlu merancang kegiatan yang menyenangkan dan efektif dalam membangun kemampuan fondasi.

Disamping itu keterlibatan pemerintah daerah hingga orang tua, masyarakat, dan mitra pendidikan perlu mendukung transisi PAUD ke SD yang menyenangkan.

Baca Juga  315 Siswa SD dan SMP Ikuti FLS2N Tingkat Provinsi Babel, Ini Delapan Cabang yang Dilombakan

“Karena dengan keterlibatan semua pihak, setiap anak bisa mendapatkan kemudahan dalam bertransisi,” tutupnya.**rilis