Jorgi menambahkan laut Batu Beriga merupakan warisan nenek moyang mereka.

Untuk itu, kata Jorgi pihaknya berharap tidak ada lagi sosialisasi berikutnya karena warga sudah sepakat menolak.

Senada dikatakan Hanafiah, bahwa di Desa Batu Beriga mempunyai adat istiadat bernama selamatan laut.

Rencana pertambangan laut, bahkan akan merusak adat istiadat yang telah ada.

“Kami ini dari tahun ke tahun ada selamatan laut. Jadi jangan sampai adat istiadat kami hilang,” ungkap Hanafiah.

“Masyarakat kami di sini mayoritas mengatakan tidak setuju dan menolak. Jadi sebaiknya PT. Timah mencabut IUP di Desa Baru Beriga,” tegasnya

Baca Juga  Raih Sepeda Motor, Doa Deni dan Kurninarti Terkabul di Pekan Sehat HUT Ke-49 PT Timah di Bangka Barat