Kaldera ini terbentuk ribuan tahun yang lalu akibat letusan vulkanik yang besar. Danau ini adalah salah satu dari tiga danau yang terletak di dalam kaldera ini, dan danau yang terbesar di antaranya.

Pemandangan Danau Batur sangat memukau, dengan air yang jernih dan lingkungan sekitarnya yang dikelilingi oleh pegunungan dan lereng-lereng hijau.

Kamu bisa menikmati pemandangan dengan mengelilingi danau bersama perahu nelayan tradisional, atau menyewa perahu kano.

Danau Batur juga memiliki nilai ekologis yang penting. Ekosistem danau ini mendukung berbagai jenis flora dan fauna.

Di sekitar danau, terdapat area pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat setempat.

Selain itu, Danau Batur memiliki nilai penting dalam budaya dan adat Bali. Di tepi danau terdapat Pura Ulun Danu Batur, yang merupakan tempat ibadah penting bagi masyarakat Hindu Bali.

Baca Juga  Turunkan Kolestrol Jahat 5 Tips Olahan Pare

3. Desa Trunyan

Desa Trunyan terkenal karena memiliki tradisi penguburan yang unik dan berbeda dari kebanyakan budaya penguburan di Bali.

Berbeda dengan kebanyakan tradisi Hindu di Bali yang melakukan kremasi atau penguburan jenazah di dalam tanah, masyarakat Trunyan melakukan penguburan di luar ruangan.

Mayat-mayat diletakkan di atas tanah di bawah pohon Taru Menyan yang khas dan dibiarkan mengalami peluruhan alami.

Pohon Taru Menyan adalah pohon khas yang tumbuh di Desa Trunyan dan memiliki aroma yang kuat. Aroma ini diyakini mampu menghilangkan bau busuk dari mayat yang diletakkan di bawahnya, sehingga memungkinkan tradisi penguburan unik ini berlangsung.

Warga Desa Trunyan percaya bahwa mayat yang diletakkan di bawah pohon Taru Menyan akan mendapatkan perlindungan dan diambil oleh Tuhan tanpa meninggalkan bau busuk. Penguburan ini dianggap sebagai bagian penting dari siklus alam dan kehidupan.(***)

Baca Juga  Tunjukan Sisi Romantis, Zodiak Virgo Hari Ini