Pantai Batu Belimbing. Wisatabangkaselatan.com

Bertepatan dengan masa sultan Muhammad Mansyur Jayo Ing Lago (memerintah tahun 1702-1711 M) menyampaikan pidato untuk melanjutkan kebijakan politik dan ekonomi kesultanan Palembang Darussalam yang telah dicetuskan oleh ayahnya Susuhunan Sultan Abdurrahman yaitu membangun benteng-benteng atau kubu/parit pertahanan yang berfungsi untuk pertanian, perkebunan dan pertambangan timah yang berstatus Sindang di Toboali.

Kebijakan pembangunan parit atau tobo (lobang) yang berfungsi sebagai pertahanan pemukiman dan pertambangan dilakukan Sultan Muhammad Mansyur Jayo Ing Lago pada tanggal 25 Oktober 1708.

Penamaan geografi atau toponimi pangkal Toboali berasal dari kata generic “pangkal” dan kata spesipic  “Toboali”, berasal dari dua kata bahasa melayu, yaitu kata Tobo yang berarti Lubang atau Parit Pertahanan, dan kata “Alih” atau “Ale” yang berarti pindah atau dipindahkan atau digeser.

Baca Juga  Mabes TNI AL Amankan Puluhan Ton Pasir Timah Ilegal di Pelabuhan Sadai

Dalam pembahasan ini melahirkan hasil ketuk palu tentang Hari jadi Kota Toboali yang jatuh pada tanggal 25 Oktober 1708 M.

Hari jadi Kota Toboali ini merupakan hari jadi kota tertua di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Menjadi suatu kebanggaan khususnya masyarakat Bangka Selatan terhadap ibu kotanya yang memiliki sejarah panjang.