Namun di perjalanan pulang tempatnya di Tempat Kejadian Perkara.

Korban malah ditunggu oleh pelaku sambil membawa celurit. Menurut Frans, sempat terjadi kejar kejaran antara pelaku dan korban.

Namun sabetan celurit dari tangan pelaku mengenai bagian kepala dan tangan korban.

“Ada orang yang melihat kejadian itu. Adik saya meminta tolong tapi tidak ada yang menolong padahal darah pun sudah banyak keluar dari lukanya di kepala. Sempat mau dibacok lagi. Tapi ditangkis pakai tangannya,” jelas Frans.

Perkelahian berlanjut dengan adu fisik di antara keduanya. Sampai datang sosok laki laki yang mengambil celurit dari tangan pelaku.

“Ada satu orang yang datang ambil celuritnya. Tapi dia meminta adik saya melepaskan pelaku. Kalau tidak dia mau dibacok lagi. Jadi dilepas oleh adik saya. Dan adik saya langsung pergi,” katanya.

Baca Juga  Berkas Lengkap, Polisi Segera Limpahkan Tersangka Dokter RSUD Depati Hamzah ke Jaksa

Namun karena luka yang cukup serius dialami Lona. Dia pun berhenti di pertigaan Pasar Inpres dan meminta pedagang di situ mengantarnya ke rumah sakit.

“Adik saya meminta tolong kepada pedagang dekat Pasar Inpres dan oleh orang di situ, dia diantar ke Rumah Sakit Medika Stania untuk mendapatkan perawatan medis dengan luka 20 jahitan lebih,” jelasnya.

Usai kejadian tersebut, Lona pun melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Mapolres Bangka.

Kasat Reskrim Polres Bangka, AKP. Rene Zhakaria, SIK kepada timelines.id Kamis siang mengatakan pihaknya sudah menerima laporan korban dan saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan kasus.

“Sudah kita terima laporannya. Terlapor susah diamankan. Dan masih dalam pengembangan,” ujar AKP. Rene Zhakaria. (East)

Baca Juga  Bakti Sosial Alumnus AKABRI 1990, Polres Bangka Bagikan 75 Paket Sembako dan Perlengkapan Sekolah