“Kita mendapat estimasi kotor kupon sebanyak 4 ribu, dengan melihat pangsa pasar masyarakat dahulu, dimana paket yang ditentukan oleh pusat dengan total harga barang kebutuhan pokok tersebut berkisar Rp500 ribu, disubsidi setengah harga yakni Rp250 ribu”, ujarnya.

Penerima kuponnya, kata Decky sebenarnya bukan hanya masyarakat yang kurang mampu, tetapi juga masyarakat yang terdampak inflasi, seperti para ASN, Kepolisian, TNI maupun lainnya.

“Tetapi kita atur bagiannya tetap lebih utama kepada masyarakat kurang mampu, kalau mau benar-benar memang tidak cukup semuanya. Kami berharap kegiatan pasar murah ini nantinya dapat berjalan lancar,” ujarnya. (**)

Baca Juga  Sektor Hortikultura Penyumbang Inflasi 4.22 Persen untuk Kabupaten Belitung