Salah satu guru yang bernama Rismiyati menjelaskan beberapa kali mengajar seperti dikejar-kejar hewan buas.

Artinya penyampaian materinya secepat dan sepadat itu. Karena dalam mengajar, guru juga memiliki target dan pegangan berupa silabus selama 1 semester berjalan.

Jadi dalam 1 kali pertemuan, Rismiyati juga harus bisa memenuhi target silabus yang sudah dirancang sejak awal.

Lalu, apakah memungkinkan menyampaikan materi dengan cepat dan padat tapi tetap menyenangkan bagi siswa?

Kendati masih menumpang dan berbagi jam belajar dengan SMP.

Siswa SMA 3 Toboali tetap  dapat merasakan atmosfer belajar yang cukup menyenangkan.

Penulis biasanya dalam mengajar menyisipkan agenda ice breaking bagi siswa selama 5 menit sebelum pembelajaran.

Kegiatan ice breaking ini salah satunya memberikan pertanyaan cepat pada salah satu siswa secara random, dan untuk siswa yang tidak berhasil menjawab pertanyaan akan dijatuhi hukuman.

Baca Juga  Ketua Komisi IV DPRD Babel Dorong Pembangunan SMAN 3 Toboali Dipercepat

Hukumannya beragam, dari bernyanyi hingga stand up.

Siapa sangka, dari kegiatan sederhana di atas dapat memacu kerja otak siswa untuk lebih cepat dari biasanya.

Siswa juga tetap bisa mengeluarkan gelak tawa dan sedikit senyuman di tengah pembelajaran yang serius.

Bahkan, pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan semacam itu bisa membuat siswa sedikit lupa jika mereka dalam belajar masih menumpang dan fasilitasnya sangat terbatas.

Namun alhamdulillah, ada kabar baik.

Sejak peletakan batu pertama tahun 2021 lalu, akhirnya tahun ini 2023 rencana pembangunan Gedung SMAN 3 Toboali mulai terealisasi.

Saat ini rencana pembangunan gedung sudah dalam proses pembangunan.

Semoga para siswa semakin semangat berprestasi dengan gedung baru. (Tri Prasetyo)

Baca Juga  PWI Basel Ajak Siswa MPLS SMAN 3 Toboali Bijak Bermedia Sosial