Ras Ayam Termahal di Indonesia Bisa Tembus Rp 40 Juta per Ekor
Kedua gaga, ayam ketawa yang interval suara tawanya lambat dan terputus seperti nyaris berhenti tapi masih berlanjut. Yang terakhir dodo, kokoknya menyayat hati pendengarnya. “Kemarin waktu saya datang ke sebuah pameran, ada dua ekor ayam ketawa. Satu ekor ayam ditawar seharga Rp 40 juta,” ungkap Sofjan.
Ayam Kokok Balenggek
Nama unggas ini masih jarang didengar para pecinta ayam hias. Popularitasnya pun masih kalah dibanding ayam ketawa dan ayam pelung.
Meski memiliki suara kokok yang sama indahnya, rendahnya publikasi membuat nama kukuak balenggek masih asing.
Keunikan ayam ini terletak pada alunan suara kokoknya. Ayam asal Sumatera Barat (Sumbar) ini memiliki irama kokok bertingkat mulai dari 3 hingga 12 lenggek bahkan 19 lenggek.
Kokok ayamnya pun terdiri dari 6-15 suku kata tergantung faktor genetik dan pelatihan yang diterimanya.
Nilai jual ayam kukuak balenggek terletak pada kokoknya tersebut. Semakin banyak tingak suku katanya maka semakin mahal pula harganya.
Pengalaman sebagai jawara lomba ayam juga bisa menambah nilai jualnya. “Suaranya panjang dan khas. Kalau ayam ini juara lomba dan suaranya bagus harganya berkisar Rp 20 juta-Rp 40 juta,” jelas Sofjan.
Ayam ini memiliki mata yang tajam dan bercahaya. Sementara bentuk badannya proporsional, lincah dan kuat. Semakin bagus posturnya maka semakin menarik irama lenggeknya.
Bulunya memiliki banyak variasi warna seperti merah, kuning, putih atau kombinasi dari sejumlah warna tersebut.
Di daerah asalnya, pemerintah kabupaten Solok menjadikan ayam kukuak balenggek sebagai maskot fauna di wilayah tersebut.
Bahkan pada 1994, Pangeran Akishino asal Jepang sempat berkunjung ke Sumbar untuk sekadar mendengarkan kemerduan suara kokok ayam tersebut.
Ayam Cemani
Berasal dari Kedu, Jawa Tengah, ayam cemani mampu menarik perhatian para penggemar ayam dari luar negeri. Bahkan seorang peternak asal Amerika Serikat (AS), banyak menerima pesanan untuk ayam ini. Keistimewannya terletak pada warna tubuhnya yang serba hitam.
Bukan hanya bagian luarnya saja yang diselimuti warna hitam pekat, organ tubuh, kuku, serta dagingnya pun berwarna hitam legam.
Bahkan lingkar matanya pun hitam. Keunikan tersebut yang membuat harganya melambung sangat mahal. Meski di jual seharga Rp 28 juta di AS, di Indonesia harganya bisa mencapai Rp 40 juta.
Sayangnya ayam asli asal Indonesia ini sudah hampir punah. Meski demikian masih ada kelompok tani di Kedu yang mengembangbiakkan dan memeliharanya.
Unggas yang lidahnya juga hitam ini dipercaya penduduk setempat memiliki kekuatas magis. Tak heran, di Jawa Tengah, ayam ini digunakan sebagai sesajen dalam sejumlah ritual.(Dilansir dari Liputan6)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.