“Maka hari ini kita akan skrining kesehatan jiwa agar tidak ada yang suka termenung sendiri dan tidak suka pusing-pusing,” ujarnya.

Ia juga berharap agar aplikasi SIHAWA dapat dimanfaatkan bersama untuk memastikan kesehatan jiwa para siswa sejak usia pelajar agar menjadi generasi yang dapat menghadapi persaingan dunia.

“Kehadiran kami disini, mengingat betapa pentingnya kesehatan jiwa diusia seperti kalian ini, yang dikenal sebagai generasi strawberry, generasi yang sebentar-sebentar mau healing. Akibatnya, tidak belajar-belajar dan tidak kerja-kerja. Jadi, jangan mau dikatakan sebagai generasi ini ya,” ujarnya.

SIHAWA dibuat sebagai aplikasi untuk skrining kesehatan jiwa yang merupakan inovasi dari RSJ Provinsi Kepulauan Babel yang direkomendasikan WHO kepada Kementerian Kesehatan RI, yang dikembangkan agar dapat diakses oleh masyarakat luas.

Baca Juga  Wajib Masuk List Liburan, Keindahan Tanjung Kelayang Bikin Kamu Lupakan Kenangan Bersama Mantan

Aplikasi ini berguna sebagai sarana deteksi dini untuk mengetahui pengguna apakah mengalami gangguan atau tidak dimana akan ada psikiater atau psikolog akan mengobservasi. (**)