Hanya saja, yang jadi kendala saat ini di sekitar alur Daerah Aliran Sungai (DAS) Puput terdapat aktivitas pertambangan biji timah. Maka dari itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Satpol PP Babar untuk melakukan upaya persuasif kepada penambang.

“Kemarin kita sudah koordinasi ke Pak Kasatpol PP agar menurunkan tim ke sana, lakukan persuasif agar mereka mengangkat mesin tambang dan tidak melakukan pertambangan di sana. Karena untuk sementara air itu kami akan gunakan,” kata Najamuddin.

“Air di Sungai Puput ini debit alirannya lumayan sekitar 25 liter per detik. Itu bisa mengatasi krisis air bersih di Mentok sampai bulan Oktober dan November dengan catatan para penambang tidak melakukan aktivitas. Jadi air itu bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Baca Juga  Dana Desa dan ADD Bangka Barat Capai Rp113,6 M