Di samping itu sambung dia, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, rata-rata penyebab kecelakaan ini yaitu kelalaian manusia atau human error.

Kecelakaan akibat human error terjadi, karena banyak pengendara ataupun pengemudi yang mengabaikan faktor keselamatan saat berkendara.

Seperti cara mengemudi yang arogan, tidak menaati aturan berkendara, hingga tidak mengenakan helm.

Begitu pula mengendarai kendaraan bermotor baik roda dua maupun empat dalam kondisi mengantuk.

Bahkan paling parah yakni akibat adanya perilaku tak taat berkendara, seperti ugal-ugalan di jalan raya. Beberapa faktor itu mendominasi kasus kecelakaan lalu lintas di Bangka Selatan.

“Dari 30 kasus kecelakaan lalu lintas ini disebabkan rata-rata kelalaian pengendara. Mayoritas sopir dalam keadaan mengantuk,” sebutnya.

Baca Juga  Kebakaran Kepung Komplek Perkantoran Bupati Basel, 10 Ha Lahan Ludes Terbakar

Kendati demikian kata Hartono, pihaknya akan berkoordinasi dengan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dan Jasa Raharja dalam waktu dekat.

Langka itu sebagai bentuk antisipasi dan intervensi terhadap kasus kecelakaan lalu lintas di Bangka Selatan. Terutama untuk membuat terobosan-terobosan guna mengurangi insiden yang terjadi.

Ia turut mengimbau kepada seluruh pengguna jalan di Kabupaten Bangka Selatan untuk tetap selalu waspada dan hati-hati ketika berkendara di jalan raya. Utamakan keselamatan, minimal menggunakan helm serta sabuk pengaman ketika mengendarai kendaraan roda empat.

“Kita juga akan meningkatkan pemasangan sejumlah rambu-rambu lalu lintas di beberapa wilayah yang rawan kecelakaan. Bekerja sama dengan pemerintah daerah,” tutupnya.

Baca Juga  Perkuat Sinergitas, Polsek dan Koramil Payung Gelar KRYD