“Dengan harapan kalau permasalahan kekurangan gizi ini bisa teratasi sejak dini, maka menyongsong Indonesia Emas 2045 bisa terwujud. Jadi lewat program ini, kita berikan dukungan dan inisiasi bantuan dalam bentuk makanan yang bergizi,” katanya.

Baik itu, tambah Kemas, makanan yang bergizi kategori berat seperti nasi dan lauk-pauk atau makanan tambahan seperti susu dan lainnya. Menurut dia, program ini akan terus berlanjut ke depannya di mana dalam satu pekan akan digelar satu kali.

“Jadi kita akan gelar setiap hari Jumat ke depannya, berpindah-pindah ke seluruh sekolah tingkat dasar. Selain menyuplai makanan bergizi, dalam program ini kita lakukan pemeriksaan kesehatan bagi anak-anak khususnya pada telinga mereka,” ujarnya.

Baca Juga  Berlaga di Pra Popnas, Petinju asal Mentok Bawa Pulang Medali Emas

“Karena berdasarkan hasil penelitian di lapangan, anak-anak itu terkadang bukan dia tidak cerdas di saat dia tidak mampu menyerap pelajaran dengan baik. Tetapi karena pendengarannya terganggu, bukan sakit, tapi kotoran di dalam telinga itu mengganggu proses pendengarannya,” bebernya. (**)