Lelang On Line Lebih Masuk Akal

Salah seorang peserta lelang Heru Gautama (51) mengakui sudah tiga kali mengikuti lelang yang dilaksanakan oleh Pemkab Beltim.

Namun baginya ini lelang secara daring pertama yang diikutinya.

“Ikut 11 lot tapi kendaraannya ada 14, karena satu lot ada yang tiga kendaraan. Banyak pengalaman baru yang diperoleh saat lelang sekarang,” ujar Heru.

Dari 11 lot yang diikuti, pengusaha motor bekas asal Desa Lenggang Kecamatan Gantung hanya mampu memperoleh dua lot.

Hal ini lantaran karena dia belum terlalu memahami tata cara dan teknis lelang secara daring.

“Memang karena kita kurang paham. Kita merasa sudah menawar dengan harga tertinggi, namun orang lainnya mereka sudah berpengalaman menawar saat ujung-ujung waktu. Saya hanya lewat hp, jadi untuk 11 item itu mesti buka satu-satu lebih susah beda dengan lelang ketemu langsung,” kata Heru.

Baca Juga  Seorang Nelayan di Beltim Hilang Kontak Saat Melaut di Perairan Pulau Long

Meski begitu, diakui Heru lelang secara on line ini lebih masuk akal dan lebih menguntungkan dibandingkan dengan lelang terbuka langsung. Mengingat logika yang bermain, tidak ada ego untuk memenangkan lelang.

“Kalau ketemuan langsung kadang-kadang ego untuk menang atau dapat itu yang lebih dominan. Karena rebutan atau gengsi kalau kalah sehingga harganya jauh melambung tinggi,” ungkap Heru. (@2!/Kominfo Beltim)