Penyebab dan Cara Mengatasi Bayi Sering Muntah, Bunda Wajib Baca yaah
Pada bayi dengan intoleransi laktosa, sistem pencernaan bayi tidak memiliki enzim laktase yang cukup untuk mencerna laktosa yang terkandung di dalam susu sapi.
Akibat dari kedua kondisi ini, bayi dapat mengalami gejala berupa diare, kembung, nyeri perut, mual, dan muntah. Pada bayi dengan alergi susu sapi dapat mengalami gejala ruam yang gatal pada kulit.
6. Stenosis Pilorus
Bila bayi muntah setelah minum ASI, kondisi tersebut bisa menjadi salah satu gejala dari stenosis pilorus, yaitu penyempitan pada bagian pilorus (bagian bawah lambung yang menghubungkan lambung dengan usus halus).
Kondisi ini dapat menyebabkan makanan ataupun ASI tidak dapat mengalir ke usus halus secara optimal sehingga akan tetap tertahan di dalam lambung atau bahkan akhirnya naik menuju kerongkongan.
Jika bayi mengalami stenosis pilorus, bayi biasanya akan muntah dalam waktu 30 menit setelah minum ASI.
Meski kerap dialami oleh bayi berusia 6 minggu, stenosis pilorus tetap bisa terjadi di usia kapan saja sebelum bayi menginjak usia 3 bulan.
Perlu diketahui bahwa stenosis pilorus perlu segera ditangani dengan tepat guna menghindari risiko dehidrasi dan kekurangan gizi yang dapat mengganggu proses tumbuh kembang bayi.
7. Keracunan
Salah satu penyebab bayi sering muntah yang perlu diwaspadai adalah tidak sengaja mengonsumsi makanan yang kedaluwarsa atau menelan sesuatu yang beracun.
Bila mengalami kondisi ini, bayi akan muntah secara terus-menerus dan dapat disertai sejumlah gejala lainnya, seperti nyeri perut, kehilangan nafsu makan, lemas, demam, kelemahan seluruh badan, BAB berdarah, muntah darah, dan lain-lain.
8. Mengidap Penyakit Serius
Jika muntah pada bayi juga disertai dengan gejala demam, sesak napas, lemas, hilang nafsu makan, hingga penurunan kesadaran, sebaiknya segera konsultasikan kondisi tersebut dengan dokter spesialis anak.
Pasalnya, kondisi tersebut bisa menjadi gejala dari beberapa penyakit serius, seperti radang usus buntu, infeksi saluran kemih, hingga meningitis.
Cara Mengatasi Bayi Sering Muntah
Adapun tindakan setelah bayi muntah yang penting dilakukan adalah membantunya untuk bersendawa guna mencegah terjadinya gangguan saluran pernapasan.
Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara menggendong bayi dalam posisi tegak pada 30 menit setelah menyusui atau mengonsumsi makanan. Setelah itu, posisikan tubuh bayi pada dada Anda dan biarkan dagunya bersandar di bahu. Topang kepala bayi menggunakan satu tangan, lalu tepuk-tepuk punggung si kecil menggunakan tangan lainnya secara lembut.
Selain itu, sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi bayi sering muntah adalah sebagai berikut:
●Bila sudah mulai mengonsumsi MPASI, orang tua perlu menyuapi si kecil secara perlahan.
●Memberikan oralit dan asupan cairan yang cukup apabila bayi mengalami muntah yang disertai diare. Namun, jika ingin memberikan larutan oralit pada bayi, sebaiknya konsultasikan hal tersebut dengan dokter terlebih dahulu.
●Memberikan susu formula berbahan dasar kacang kedelai apabila bayi mengidap intoleransi laktosa atau alergi susu sapi.
●Bila bayi sering muntah disebabkan oleh stenosis pilorus, dokter dapat menanganinya melalui tindakan operasi untuk memperbaiki struktur otot pilorus pada saluran pencernaan bayi. (Dilansir dari Siloamhospitals.com)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.