5 Dampak Broken Home saat Dewasa
Kehilangan figur orang tua menjadi salah satu faktor yang memiliki pengaruh besar terhadap kondisi psikologis anak broken home.
Bahkan, kondisi tersebut juga dapat membuat anak merasa marah atau justru menyalahkan diri sendiri karena menganggap merekalah yang menjadi penyebab perceraian orang tua.
Jika pola pikir tersebut terus berlangsung hingga anak beranjak dewasa, hal tersebut bisa menurunkan self esteem (harga diri) anak yang membuat mereka merasa tidak percaya diri, malu, dan cenderung menarik diri dari lingkungan sosial.
4. Depresi
Salah satu dampak broken home saat dewasa yang perlu diwaspadai adalah dapat memicu terjadinya depresi. Pasalnya, broken home yang disebabkan oleh perpisahan orang tua, baik karena perceraian ataupun kematian dapat menimbulkan efek traumatis yang mendalam pada anak.
Kondisi ini juga dapat menyebabkan anak merasa frustrasi dengan keadaan yang dialaminya sehingga membuat mereka merasa sangat sedih atau bahkan kehilangan minat untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
Bahkan, apabila tidak segera ditangani dengan tepat, depresi akibat broken home cenderung berisiko menimbulkan munculnya keinginan untuk melukai diri sendiri (self harm) atau bunuh diri.
5. Kesulitan untuk Menentukan Tujuan Hidup
Dampak broken home saat dewasa selanjutnya adalah dapat membuat seseorang merasa kesulitan untuk menentukan tujuan hidup. Sebab, broken home menjadi salah satu kejadian traumatis yang dapat mengubah pola pikir dan perilaku seseorang hingga ia beranjak dewasa.
Selain itu, kondisi ini juga membuat korban broken home merasa khawatir dan takut untuk menjalani hidup. Hal inilah yang mengakibatkan anak broken home sangat berhati-hati atau bahkan tidak bisa menentukan tujuan hidupnya dengan baik karena khawatir akan mengalami kejadian yang serupa.(Dilansir dari Siloamhospitals.com)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.