Di sisi lain, Jasman menyebutkan SMA 1 Negeri Lepong rutin melaksanakan kegiatan literisasi mulai dari bedah buku setiap bulan hingga menulis buku bagi siswa dan guru.

Pemberian penghargaan kunjungan perpustakaan bagi siswa.

“Tahun ini kami kembali menulis dua buku yakni karya para murid dan guru, yaitu buku tentang Literasi Budaya serta Supervisi Pembelajaran Teknik Coaching yang saya tulis sendiri. Semoga menjadi motivasi bagi kami SMAN 1 Lepong dan sekolah lainnya untuk terus berkarya melalui tulisan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Cabdin Pendidikan Babel, Dr Wahyudi mengapresiasi kegiatan Pentas Budaya dan Pekan Literasi SMAN 1 Lepar Pongok.

Menurutnya, pesan literasi sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad yang diperintahkan membaca melalui Iqra.

Baca Juga  Menelisik Penerapan Blue Ocean Strategy dalam Diversifikasi Ekonomi Bangka Belitung
Kelas Literasi bersama PWI Basel.

Selain itu, Wahyudi menyinggung keilmuan yang paling tinggi adalah budaya. Karena dengan budaya karakter akan terlihat seperti budaya Nganggung, Rebo Kasan.

“Inilah keilmuan tertinggi dan untuk mencapai budaya tentu harus didukung dengan literasi. Sangat tepat kegiatan ini literasi ada budayanya. Jika program P5 sudah menjadi budaya dari tahun ke tahun dan tidak perubahan maka mungkin inilah yang akan menjadi pencapaian pendidikan. Untuk itu saya berharap melalui Pentas Budaya dan Pekan literasi ini, kita saling belajar dan bertukar informasi serta berliterasi budaya,” tutupnya.