Ia mengungkapkan, faktor utama yang menjadi penyebab tingginya kasus stunting di Babar karena masih adanya tradisi pernikahan dini di kalangan remaja. Pasalnya, ketika menikah para anak-anak ini tidak mengerti akan kesehatan dan gizi.

“Reproduksinya juga belum siap, alhasil benih yang tumbuh tidak bagus. Pada saat anaknya lahir, tidak diberi asupan gizi yang baik sehingga pertumbuhan anaknya terhambat. Jadi, usia menikah yang baik secara kesehatan minimal 19 tahun,” kata dia.

Selain itu, faktor lainnya stunting masih tinggi di Babar karena masyarakat tidak menerapkan pola hidup sehat. Bagaimana pentingnya peran air bersih bagi kesehatan meski pun memang di lingkungan masyarakat masih kerap ditemui tidak ada sumber air bersih.

Baca Juga  Satpolairud Babar Gagalkan Penyelundupan Pasir Timah Kering Miliaran Rupiah

“Jadi masih banyak masyarakat yang mandi di sungai dan lainnya. Intinya yang paling utama pernikahan dini, selama masih ada, kita tidak mungkin bisa menekan kasus stunting sampai angka 0,” pungkasnya.