“Jadi saat tiba di perairan Tembelo jam 19.00 tadi malam ponton mengalami kerusakan dan lego jangkar. Sementara tiga orang pekerja masih berada di atas ponton, sedangkan kapal kayu penarik kembali dan meninggalkan ponton di tengah laut,” ungkap Supani.

Ia menambahkan, saat pemilik ponton atas nama Risma kembali ke lokasi lego jangkar pada Rabu (27/9/2023) sekira pukul 07.00 WIB, ponton berikut tiga orang anak buahnya itu sudah tidak ada lagi di sana. Sempat dicari, namun belum membuahkan hasil.

“Jadi sampai malam ini setelah dapat informasi, kami resmi membuka operasi SAR gabungan bersama TNI, Polri dan BPBD. Langkah pertama yang kita lakukan melakukan pelacakan nomor pekerja yang berada di atas ponton,” ungkap Supani.

Baca Juga  BUMD Bangka Barat Segera Berdiri