Ponton itu mengalami kerusakan di sekitaran Perairan Tembelo dan Lego Jangkar.

Karena kekurang alat memperbaiki ponton, lalu kapal kayu yang menarik ponton meninggalkan ketiga ABK dan kembali menuju Pelabuhan Mentok untuk mengambil alat.

Namun, saat pemilik ponton Risma kembali ke lokasi ponton lego jangkar pada keesokan paginya, ponton dan ketiga ABK sudah tidak berada lagi di tempat.

Pemilik ponton berusaha melakukan pencarian hingga sore hari, namun hasilnya nihil.

Pukul 16.06 WIB, Firdaus selaku Himpunan Nelayan Mentok yang mengetahui kejadian tersebut langsung melaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang.

I Made Oka Astawa selaku Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang mengatakan, “Kami berterima kasih yang sebesar-besarnya atas sinergitas dan kerja sama kepada beberapa stakeholder dan Potensi SAR yang telah membantu dalam proses pencarian terhadap ketiga ABK Kapal Kayu yang sebelumnya dinyatakan hilang, dengan berhasilnya ditemukan korban dalam keadaan selamat, maka operasi SAR Gabungan resmi ditutup, ” ungkapnya lagi di Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Kamis (28/9/2023) siang.

Baca Juga  Sungai di Sepanjang Airgantang dan Puput Terus Dinormalisasi